Sumbawa Barat– Semangat gotong royong dan kepedulian lingkungan kembali terlihat di Kecamatan Brang Ene. DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa Barat menggelar aksi penanaman pohon di kawasan Bendungan Tiu Suntuk sebagai rangkaian ketiga peringatan jasa Bung Karno, Minggu (21/6/2026).
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian Bakti Bung Karno yang sebelumnya sukses menghadirkan turnamen basket dan turnamen catur. Kali ini, ratusan pohon ditanam untuk memperkuat kelestarian lingkungan dan menjaga sumber mata air di wilayah tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut pengurus DPC dan PAC PDI Perjuangan Sumbawa Barat, para tokoh pemuda, serta tokoh masyarakat Kecamatan Brang Ene. Suasana penuh kekeluargaan terasa saat peserta bergotong royong menggali tanah, menanam bibit pohon, dan menyiramnya dengan penuh harapan.
Kaharuddin Umar, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, yang hadir memberikan sambutan, menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam.
“Kita harus menjaga kelestarian lingkungan untuk melindungi sumber mata air di Kabupaten Sumbawa Barat, khususnya di Kecamatan Brang Ene,” ujar Kaharuddin Umar.
Ia menambahkan, “Kita harus saling bahu membahu dan bekerja sama. Di momen Bakti Bung Karno ini, mari kita jaga kebersamaan dan keberlangsungan alam.”
Aksi penanaman pohon ini bukan sekadar simbolis. Bendungan Tiu Suntuk merupakan salah satu infrastruktur vital yang mendukung irigasi dan pasokan air bersih bagi masyarakat sekitar. Dengan menanam pohon, diharapkan dapat mencegah erosi, menjaga debit air, serta menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sejuk.
Kegiatan ini juga mencerminkan nilai-nilai yang diwariskan Bung Karno: nasionalisme, gotong royong, dan kepedulian terhadap kesejahteraan rakyat serta alam Indonesia. PDI Perjuangan Sumbawa Barat melalui serangkaian kegiatan ini ingin membuktikan bahwa menghormati jasa para pendiri bangsa bukan hanya dengan pidato, tetapi juga dengan aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ketua DPC PDI Perjuangan Sumbawa Barat berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat. “Ini baru permulaan. Mari kita jaga Bumi Sumbawa Barat untuk generasi mendatang,” katanya.
Aksi penanaman pohon di Bendungan Tiu Suntuk pun ditutup dengan doa bersama, diiringi semangat kebersamaan yang kental. Sebuah langkah kecil yang diharapkan membawa dampak besar bagi kelestarian alam dan keharmonisan sosial di Sumbawa Barat.Rd
